Arsip untuk Januari 2009
perkembangan bloger
Perkembangan bloger
Blog merupakan sebuah media untuk menuangkan hasil karya tulisan atau coretan apapun yang di hasilkan dari letupan dalam pikiran melalui permainan jari di atas keyboard sehingga menghasilkan karakter-karakter yang tersusun rapih dan indah, baik berupa opini, kritikan bahkan cerita sejenis novel-humor. tetapi kita juga tidak bisa menghindari baghwa blog kadang dijadikan ajang adu bacot, hinaan, personal insult atau pemuatan content-content illegal. Secara gamblang blog yang berkembang saat ini ada yang bernilai positif dan negatif.
Ada beberapa wacana yang menyatakan bahwa blog bukanlah sebuah link yang dapat di percaya keabsahannya jika di dalam contentnya memuat sebuah berita yang berbau politik, ekonom, etc atau semacamnya, karena selama ini blog di anggap hanya sebuah journal pribadi, tempat untuk bebas berekspresi dalam berbagai bentuk. Tetapi jika kita melihat lebih luas, sebenarnya blog juga di pakai oleh para jurnalis, politikus, ekonom, etc dalam memberitakan opini-opini meraka yang sudah tentu berdasarkan hasil pertimbangan yang matang.
Blog tidak sesempit yang di bicarakan sealam ini, didalam blog ada proses interaksi antar individu [blogger]. bisa dikatakan “Blog is Monodualistik”, sebagai tempat menuangkan olah pikir juga sebagai media interaksi. Interaksi ini terbentuk antar bloger yang sering berlalu lalang di berbagai tautan dan meninggalkan jejak sehingga ada lacak balik dari blogger lainnya [kerennya sih ..blogwalking..
], yang kalau di kehidupan nyata di sebut silahturahmi.
Ini berarti blog bukan sekedar media coretan, akan tetapi sudah berkembang ke hal yang lebih luas.
Sebagai individu yang suka nge-blog, saya melihat perkembangan blogger saat ini sudah cukup signifikan. tidak ada skala yang tetap dan spesifikasi dalam melihat hal tersebut. disini ini saya melihatnya dari sudut account yang bermunculan serta postingan yang terpajang dalam account mereka. Belum lagi di tambah dengan makin banyaknya komunitas-komunitas blog yang bermunculan, dimana keberadaan mereka tidak hanya sekedar menuangkan tulisan secara bersama-sama dalam sebuah account, akan tetapi ada hal lain dari sekedar menulis yang di implementasikan dalam kehidupan nyata, dalam bentuk yang berbeda, dan tetap mengatas namakan blog/blogger.
http://fritzinfo.wordpress.com/2008/05/22/perkembangan-blogger-di-indonesia/
Jenis-jenis blog
SEPERTI halnya ada banyak karakter manusia di bawah jagat atmosfer, demikian pula halnya dengan Blogger di ranah blogosfer. Dengan semangat “sebagai Blogger kita pun harus berani menertawakan diri sendiri”, saya mencoba mengidentifikasi dan mengklasifikasikan 12 jenis makhluk yang dinamakan Blogger. Setiap Blogger bisa saja memiliki salah satu karakter ini atau memiliki dua atau tiga kombinasi di antaranya.
-
Blogger Selebritas: Ini adalah jenis Blogger yang sangat terpesona dengan popularitas. Ia menginginkan semua orang mendukung, memuji dan memujanya. Jelas ia tak mau ada orang yang mau mengutak-atik singgasananya. Ia tak begitu peduli pada kualitas posting, tapi yang penting eksistensinya tetap ada dan dirasakan.
-
Blogger Hiperaktif: Inilah Blogger yang memiliki stamina yang prima. Ia sanggup mengirim puluhan posting setiap hari — tak peduli posting tematik atau sekadar rangkuman quick links — untuk sekian buah Blog yang dimilikinya. Sepertinya waktu 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu belum cukup baginya.
-
Blogger Peneliti: Blogger yang satu ini memiliki dedikasi yang tinggi pada dunia penelitian dan pengetahuan. Ia rajin memposting pengetahuan, data dan fakta yang berguna di blognya. Setiap postingnya diperkuat dengan link-link yang tepat dan akurat.
-
Blogger Pendidik: Inilah Blogger yang lebih memposisikan diri sebagai pendidik atau guru. Ia sering memposting isu-isu dengan sudut pandang edukatif dan didaktif. Tidak begitu banyak frekuensi postingnya, tapi selalu menarik dan bermanfaat begitu ia memperbarui blognya.
-
Blogger Pesolek: Blogger yang satu ini gemar bersolek — dalam arti sering mempercantik tampilan desain Blognya. Ia sangat memperhatikan kualitas logotype, tipografi dan sensasi grafis Blognya. Blog itu indah, begitu mungkin prinsipnya, jadi kenapa harus dibuat gundah?
-
Blogger Gaul: Namanya Blogger gaul, Blogger yang satu ini memang gemar bergaul. Ia rajin menyambangi Blog-blog lain — apakah Blog yang sudah lama ataupun baru — memberikan komentar atau tanggapan. Kompensasinya, Blogger yang sudah dikunjunginya itu akan balik bersilaturahmi ke Blog dia. Semacam arisan juga, kan?
-
Blogger Narsis: Inilah Blogger yang sangat individual-sentris. Tak peduli apa yang sedang terjadi di dunia, yang jelas, ia hanya sibuk dengan posting tentang dirinya sendiri: berisi agendanya sehari-hari hingga sepekan mendatang. Sering memajang foto sendiri ataupun barang-barang pribadi lainnya. Jadi kalau ingin berkenalan dengannya, Anda tak perlu ketemu, cukup baca Blognya — dijamin akan mengenalnya dari A-Z!
-
Blogger Entrepreneur: Jiwa bisnis Blogger jenis ini luar biasa. Ia pintar memilih tema untuk sejumlah Blognya, dan menempatkan sejumlah banner iklan dari penyedia online advertising kelas dunia di Blognya. Jelas dia sangat akrab dengan istilah AdSense, Chitika, AdBrite, BlogAds, Amazon, dan lain sebagainya. Akumulasi klik dari pengunjung pada banner atau link advertorial ini jelas akan membuat dompetnya jadi tebal.
-
Blogger Profesional: Ini memang Blog sudah menjadi pekerjaannya sehari-hari. Full-time. Artinya, ia tidak hanya memiliki jiwa enterpreuner entrepreneur, tetapi juga mampu melakukannya dengan sangat profesional, memodalin dan mengelolanya dengan baik. Ia juga memiliki kemampuan manajerial dan penataan keuangan yang baik.
-
Blogger Amatir: Inilah Blogger yang setengah hati. Sekali waktu, ia rajin mengirim posting, kemudian menghilang satu-dua bulan, kemudian ia menggebrak lagi dengan posting-postingnya. Boleh jadi ia sudah lupa dengan username dan password admin Blognya, atau lupa URL Blognya sendiri.
-
Blogger Introvert: Inilah Blogger yang “tidak niat”. Ia menutup ruang komentar untuk setiap postingnya, tak mengungkapkan sama sekali jati-dirinya. Meskipun begitu, ia rajin posting. Boleh jadi waktu mau buka Internet dia lirik kanan-kiri dulu agar tidak ketahuan orang. Tapi masih syukur ia hanya menutup ruang komentar di Blognya, dan bukan menutup Blognya!
-
Blogger Filosof: Ini memang filosof abis. Hampir semua postingnya berisi pemikiran-pemikiran filosofis. Apapun isu atau topik yang sedang, bisa ia lihat dari kacamata filsafat. Meski harus mengernyitkan alis untuk membacanya, tapi sesungguhnya posting-postingnya sangat mendalam, menikam dan mencekam.
http://thegadget.wordpress.com/2006/05/13/12-jenis-blogger/
Add a comment Januari 10, 2009
perkembangan televisi
Perkembangan Teknologi Televisi di Dunia
Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia sendiri ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.
Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog.
Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog adalah NTSC (National Television System(s)) Committee, badan industri pembuat standar yang menciptakannya. Sistem ini sebagian besar diteraapkan di Amerika Serikat (AS) dan beberapa bagian Asia Timur, seperti: China/Tiongkok, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia.
Sementara, sistem PAL (Phase-Alternating Line, phase alternation by line atau untuk phase alternation line). Dalam bahasa Indonesia: garis alternasi fase), adalah sebuah encoding berwarna digunakan dalam sistem televisi broadcast, digunakan di seluruh dunia. PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch, yang bekerja di Telefunken, dan pertama kali diperkenalkan pada 1967.
Televisi digital (bahasa Inggris: Digital Television, DTV) adalah jenis TV yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi. Televisi resolusi tinggi atau high-definition television (HDTV), yaitu: standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. Ia memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di Indonesia.
Televisi kabel adalah sistem penyiaran acara televisi lewat frekuensi radio melalui serat optik atau kabel coaxial dan bukan lewat udara seperti siaran televisi biasa yang harus ditangkap antena. Selain acara televisi, acara radio FM, internet, dan telephon juga dapat disampaikan lewat kabel.
Sistem ini banyak dijumpai di Amerika Utara, Eropa, Australia, Asia Timur, Amerika Selatan, dan Timur Tengah. Televisi kabel kurang berhasil di Afrika karena kepadatan penduduk yang rendah di berbagai daerah. Seperti halnya radio, frekuensi yang berbeda digunakan untuk menyebarkan banyak saluran lewat satu kabel. Sebuah kotak penerima digunakan untuk memilih satu saluran televisi. Sistem televisi kabel modern sekarang menggunakan teknologi digital untuk menyiarkan lebih banyak saluran televisi daripada sistem analog.
Televisi satelit adalah televisi yang dipancarkan dengan cara yang mirip seperti komunikasi satelit, serta bisa disamakan dengan televisi lokal dan televisi kabel. Di banyak tempat di bumi ini, layanan televisi satelit menambah sinyal lokal yang kuno, menghasilkan jangkauan saluran dan layanan yang lebih luas, termasuk untuk layanan berbayar.
Sinyal televisi satelit pertama disiarkan dari benua Eropa ke satelit Telstar di atas Amerika Utara pada tahun 1962. Satelit komunikasi geosynchronous pertama, Syncom 2 diluncurkan pada tahun 1963. Komunikasi satelit komersial pertama di dunia, disebut Intelsat_I (disebut juga Early Bird), diluncurkan ke orbit pada tanggal 6 April 1965. Satelit jaringan televisi nasional pertama, Orbita, dibuat di Uni Soviet pada tahun 1967. Satelit domestik Amerika Utara pertama yang memuat siaran televisi adalah geostasiun Anik 1 milik Kanada, yang diluncurkan pada tahun 1872.id:Satellite television.
http://www.cybermq.com/index.php?intermezzo/detail/1/10/intermezzo-10.html
Add a comment Januari 10, 2009
konvergensi media teknologi
Konvergensi media teknologi
MELUASNYA pemakaian teknologi digital sebagai pengantar informasi telah membuka jalan bagi Indonesia memasuki era New Media. Sejumlah grup industri media besar nasional secara strategis telah menyiapkan langkah konvergensi isi melalui dunia digital. Internet menjadi teknologi konvergensi yang menyatukan berbagai platform media dalam satu bentuk baru media.
Ada dua karakter ” baru” dari media yang bertumbuh lewat internet itu. Pertama, kecenderungannya menyajikan peristiwa secara cepat dan dihadirkan lewat beragam platform sekaligus, dari video, suara dan teks. Kedua, melalui teknologi digital, pesan atau informasi menyebar secara horisontal, dari satu pengguna ke satu komunitas, atau sebaliknya. Misalnya, kemunculan YouTube, aplikasi jejaring sosial berbasis video, membuat berbagai peristiwa penting dikirim oleh individu dan dengan sekejap informasi bergambar itu bisa diakses secara global. Itu sebabnya, mengingat aspek strategis dari multimedia, YouTube dibeli oleh Google seharga US$ 1,6 miliar, dua tahun silam. Pendek kata, internet telah mengubah cara produksi dan distribusi informasi.
Dari aspek indutri media, ini termasuk lompatan penting setelah Guttenberg menemukan mesin cetak lima abad silam. Di Indonesia, ada 33 juta pelanggan internet pada 2008, yang angkanya diperkirakan terus menanjak tajam tiap tahun.Seiring bertumbuhnya infrastruktur teknologi informasi ini, sejumlah industri penyedia jasa telekomunikasi selular bahkan telah melebarkan urusannya ke bidang isi. Mereka kini tak hanya menyiapkan layanan jaringan, tetapi juga penyedia isi atau ”content provider”.
Artinya, kesiapan infrastruktur bagi jalan dan berkembangnya media informasi digital kini lebih matang dibandingkan lima tahun silam. Internet telah menghimpun jutaan situs informasi dalam satu jaringan global. Internet juga mempermudah setiap orang mencari dan mendapatkan informasi dalam beragam bentuk, dari gambar, teks dan juga suara.
Sejumlah media tradisional seperti cetak dan siaran berbasis elektronik pun terpaksa melakukan perubahan besar, dengan menghadirkan versi online di internet, dan mempertajam persaingan mereka di ranah media digital. Di Indonesia, kita menyaksikan munculnya news site sekaligus megaportal seperti Kompas.Com, yang menyatukan beragam platform media dari Grup Kompas Gramedia. Kehadiran Kompas.Com meramaikan bursa media digital yang sejak lama dikuasai oleh Detik.Com.
Dari dunia siaran elektronik, Grup MNC juga menghadirkan konvergensi media lewat Okezone.Com, yang menyatukan ragam media elektronik dan cetak di bawah Grup itu. Begitu juga dengan Visi Media Asia (VIVA) yang membawahi ANTV dan TVOne memutuskan membentuk lini konvergensi melalui VivaNews.Com. Sementara Jawa Pos Grup dikabarkan segera menyatukan aneka platform media cetak daerah dan televisi lokal mereka dalam satu media online. Konvergensi tampaknya telah menjadi strategi baru bagi industri media nasional.
Maka, menarik untuk melihat bagaimana para pelaku bisnis media membaca kecenderungan konvergensi ini. Bagaimana sebetulnya prospek New Media ini di Indonesia? Lalu, bagaimana internet membentuk jurnalisme baru dan mempengaruhi bentuk media di dalam kehidupan berbangsa?Untuk menjawab dua pertanyaan besar itu, seminar kali ini akan mengambil dua topik besar, 1) Peluang dan tantangan bisnis New Media, dan 2) Teknologi informasi sebagai alat demokratisasi.
1.”Menjembatani Jurang Digital”
Topik ini membicarakan persiapan pemerintah dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi. Dalam hal ini memaparkan upaya membangun ”internet masukdesa” lewat pembangunan community access point (CAP), dan membuka hot pot nasional, dan program untuk mengatasi banyak warga masyarakat masih mengalami ”jurang digital”. Perlu dijelaskan Roadmap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) nasional, dan infrastruktur apa yang akan dipersiapkan sehingga bisa menopang munculnya New Media dalam Pers Indonesia.
Pembicara : Mohammad Nuh, Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia
2.”Konvergensi Media: Akhir Media Tradisional?”
Dalam topik ini pembicara akan mengungkapkan munculnya konvergensi berbagai platform media dalam industri media di tingkat global saat ini. Akan dibahas kondisi apa saja yang membuat media harus melakukan konvergensi, model-model konvergensi yang sedang berkembang saat, dan apa dampaknya bagi perkembangan jurnalisme masa depan. Lalu, dijelaskan juga seputar prospek jurnalisme multimedia di Indonesia.
Pembicara : Hary Tanoesoedibjo, CEO Media Nusantara Citra (MNC) Group
3. ”Dari Media Tradisional ke Multimedia: Pengalaman Kompas.Com”
Topik ini mengungkapkan bagaimana Kompas sebagai korporasi media terbesar memutuskan konvergensi di dalam grup itu, alasan dan pertimbangan yang melatarbelakangi kemunculan megaportal Kompas.Com. Dipaparkan kekuatan dari konvergensi media dan juga sejumlah kelemahan yang harus diantisipasi. Bagaimana Kompas menerapkan standar jurnalisme di tengah pencitraan dominan bahwa media online kurang terpercaya. Bagaimana Kompas.Com melakukan pengembangan dari media berbasis cetak menuju ke era digital multimedia.
Pembicara : Agung Adiprasetyo, CEO Kelompok Kompas Gramedia (KKG)
4.“Mencari Model Bisnis New Media”
Pembicara dalam topik ini akan mengulas konvergensi media dalam perspektif strategi bisnis. Dipaparkan bagaimana menyiasati perkembangan infrastruktur teknologi informasi sebagai “carrier” dan aspek media yang menguasai struktur “content”. Dijelaskan beragam model bisnis yang berkembang baik di tingkat global, dan aneka model bisnis multimedia yang mungkin muncul di tingkat nasional. Dijelaskan juga bagaimana konvergensi media mampu mendorong pasar lebih luas, serta berbagai tantangan bisnisnya ke depan.
Pembicara : Anindya N. Bakrie, CEO Visi Media Asia (VIVA) Group
Session II
Teknologi Informasi sebagai Alat Demokratisasi
1. New Media dan Infrastruktur Jaringan Sosial Baru
Topik ini akan mengulas kekuatan penyedia layanan seperti Yahoo yang kian bergerak ke arah multimedia. Dipaparkan bagaimana pertumbuhan komunitas yang difasilitasi oleh Yahoo menjadi satu kekuatan penting dalam demokratisasi media. Dijelaskan juga dalam era Web 2.0, posisi publik terhadap media, dan bagaimana strategi Yahoo dalam mendorong terbentuknya Netizen atau internet citizen. Dipaparkan juga kekuatan jaringan global media internet serta kecenderungan bentuk media di masa depan.
Pembicara : Turochas Fuad, Head of Mobile Yahoo Asia Tenggara
2. “New Media dan Blogger: Menakar Kekuatan Komunitas
Topik ini akan menggali kekuatan New Media yang bersifat interaktif dari sudut pandang para blogger. Bagaimana relasi New Media dan jejaring sosial yang dianyam para blogger bisa memunculkan suatu kekuatan baru. Dipaparkan juga bagaimana demokratisasi dalam “reporting” terjadi, dan apa peran jurnalis profesional dalam dunia jejaring sosial internet ini. Pergeseran yang terjadi dalam produksi isi informasi, dimana kepemilikan media tak lagi bisa mendikte isi bagi khalayak.
Pembicara : Enda Nasution, mantan Presiden Blogger Indonesia
3. New Media Sebagai Gerakan Sosial Baru?
Topik ini membahas bagaimana media berbasis teknologi digital telah mengubah kehidupan politik. Jaringan internet berpengaruh besar bagi akses publik atas dokumen pemerintah, bahkan pada taktik dan isi kampanye politik. Jaringan sosial internet bersifat horisontal dari New Media berpotensi besar menjadi alat mobilisasi politik bagi aneka kelompok kepentingan, baik bagi aktivis, komunitas bisnis, ormas, parpol dan pejabat pemerintah. Dipaparkan bagaimana revolusi media digital itu bertumbuh di tingkat global, dan perkembangannya di Indonesia. Potensi apa saja yang dimiliki New Media sehingga mampu memberikan dampak sosial dan politik bagi perubahan di Indonesia?
http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/01/04/konvergensi-media-teknologi/
Add a comment Januari 10, 2009
klasifikasi handphone
Klasifikasi Handphone Tahun 2007-2008
A. Dari Segi teknologi Yang Digunakan.
- Low End : Handphone yang memiliki fitur sederhana.
Contoh :
v Nokia : 1200, 1208, 1650, 1209.
v Sony Ericsson : J121i, K200i, J120i, Z320i, J110i.
v Samsung : B110, C170, C140, B200.
v Motorola : W213, W205, W231, W181, W175.
v LG : KP100, KG 270.
v ZTE A36, eTouch 1133.
- Middle End : Untuk telepon seluler dengan desain dan fitur yang di sempurnakan.
Contoh :
v Nokia : 2600 Classic, 2680 Slide, 5000, 3110 Classic, 3120 Classic.
v Sony Ericsson : J132i, R300i, T303i, T250i, Z250i, K220i, R306i, K330i, T280i.
v Motorola : W218, W375, W270, W215, W360, W231, W208, W388.
v Samsung : C160, M150, C450, M300, M120.
v LG : KP100, KG270, KP105, KG195, KG288, KP110, KU250.
- High End : Telepon seluler yang memiliki teknologi maju.
Contoh :
v Nokia : 7310 Supernova, 5310, 6120 Classic, 5700, 5320 XpressMusic, 7210 supernova, E51, 7900 Prism, E65, 5320 XpressMusic, N76, N77, 5610.
v Sony Ericsson : S500i, W660i, K660i, W610i, W302, T650i, C702i, W910i, F305, K770i, Z770i.
v Motorola : ZN200, EM30, ROKR E8.
v Samsung : F250, D900i, E950i, D780, L700, J200, F330, U800Soul b, i450, L170, G600, S7330.
B. Dari Segi Segmentasi Pasarnya.
- Sosial Central : Komunitas yang suka berkomunikasi dengan sesame keluarga,teman dan kolega.
Contoh :
Ø Nokia : 1680 Classic, 1208, 1200, 5310, 5700, E51, 5000, 3110 Classic.
Ø Sony Ericsson : K530i, Z555i, W660i, Z250i.
Ø Motorola : W360, W230, W388, ZN200,W175.
Ø Samsung : J200, Z170, M150, C160.
- Cool Dinamic : Untuk komunitas yang menyukai dunia sport.
Contoh :
ü Siemens M35i
ü Motorola E398
ü Siemens E55
ü Beyond B530
- Perfomence : Untuk pembisnis dan kalangan prpfesional.
Contoh :
o BlackBerry Bold 9000
o BlackBerry 8820
o BlackBerry Pearl 8120
o HTC Shift
o HTC Touch
o MWg Atom V
o Nokia E71
o Nokia N96
http://retnacarmen.blogspot.com/2009/01/klasifikasi-handphone.html
Add a comment Januari 10, 2009